Silence doesn't mean that people don't dare to voice kindness, because many joint efforts have been made but have been dull without success. Fulan realizes that in essence, this is a test that must be passed even though the road is scorched by the sun through the gravel without a base. Outwardly this is suffering, aware that this heart is a blessing from Allah. If so and so are believers, then this test is a blessing. Not to be hated, this is precisely the beginning to raise your rank. Like a tree before harvesting must be cared for and maintained, finally the harvest is great. Hi Fulan, let's just watch. What disease are they being tested for, and how will their life end? We just smile. Enough corpses to be advice to the living. Tomorrow, all the living will go there.
Orang diam bukan berarti tidak berani menyuarakan kebaikan, karena sudah banyak upaya bersama yang dilakukan namun tumpul tanpa hasil. Fulan menyadari hakekatnya, ini ujian yang harus dilalui walau jalan diterik matahari melalui batu krikil tanpa alas. Tampak luar ini derita, sadar hati ini nikmat Allah. Bila Fulan itu beriman, maka ujian ini sebagai nikmat. Tidak untuk dibenci, justru ini awal untuk menaikan derajadmu. Seperti pohon sebelum panen harus dirawat dan dijaga, akhirnya panen raya. Hai Fulan, kita saksikan saja. Mereka itu sedang diuji sakit apa, dan bagaimana akhir hayatnya? Kita cukup senyum. Cukup jenazah menjadi nasehat bagi yang hidup. Besok , semua yang hidup menuju kesana.
Published by Bambang Tutuko Kuntopati
humoris smart chalenge read politis diplomasi
View all posts by Bambang Tutuko Kuntopati